Ahmand Nekat Menculik Anak Orang, Sebab Rindu Dengan Anak Kandungnya – Atas Laporan penculikan anak, Polisi memakan waktu dua malam untuk mencari anak yang sudah di culik, oleh Ahmad Wahyudi (33) yang telah berhasil di tangkap salah satu anggota Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya. Pelaku bekerja sebagai supir yang telah di tangkap dalam sekitar Kolam V Brawijaya.

Ahmand Nekat Menculik Anak Orang, Sebab Rindu Dengan Anak Kandungnya

Dalam dugaan saat ini, Sebab pelaku meculik anak orang tersebut ingin mengasuhnya sendiri, ungkap Kapolres Surabaya.

Dari penjelasan Rudi, Tersangka menculik anak tersebut di halaman gedung BRI Life, yang berada di Jalan dr Soetomo, Surabaya saat dua hari yang lalu. Diketahui Siti Musarifah (35), merupakan ibu dari penculikan anak tersebut, salah satu warga Manyar, Gresik yang sedang bermain di tempat kejadian tersebut.

Lalu Orang tua korban langsung melaporkan ke polisi, dan polisi langsung melakukan pencarian untuk mencari sang pelaku, ungkap perwira dua melati di pundak tersebut.

Saat tersangka sudah di tangkap yang berasal dari Kedungrejo Timur, Sidoarjo, Jawa Timur tersebut telah mengakui dan memberikan penjelasan, dalam pengakuan tersebut pelaku tidak berniat buruk dalam penculik anak itu. Sebab merinduhkan anak kandung yang saat ini telah di asuh mantan istri. Beberapa tahun yang lalu pelaku bercerai dengan istrinya dan tidak mendapatkan hak asuk anaknya.

Dalam pengakuan sang pelaku kalau,”Engak ada rencana dalam penculikan. Saya bertemu dengan ibu-ibu yang sedang membawa anak kecil yang sama umurnya dengan anak kandung saya. Kok akrab, dan saya timbul untuk membawa lari anak tersebut, ungkapnya.

Sebab sangat merindukan sesosok anak kecil, pelaku juga memperlakukan korban dengan sangat baik dalam dua hari, diperlakukan seperti anak kandungnya. “Aya ada membelikan susu kepada anak tersebut, saya juga membelikan mainan dan kebutuhannya saya cukupi semua, ungkap Ahmad.

Tetapi dengan alasan apapun, tersangka telah melawan huku, sebab telah membawa kabur anak orang lain yang tidak di ketahui oleh orang tuanya. Maka pelaku akan di ancam hukuman selama 15 tahun perjari dengan sesuai UU Perlindungan Anak.

Demikianlah berita dari Laskajudi