Permainan Arum Jeram Menewaskan Mahasiswi
Permainan Arum Jeram Menewaskan Mahasiswi

Permainan Arum Jeram Menewaskan Mahasiswi – Salah satu seorang dari Universitas Nusantara PGRI di Kota Kendiri, Jawa Timur yang telah meninggal dunia karna hanyut di waktu mengikuti main arung jeram di Sungai Pait, Desa Kandangan, Kabupaten Kediri.

Permainan Arum Jeram Menewaskan Mahasiswi

Penjelasan dari Randy Agata menyelaskan kalau korban yang meninggal bernama Mufidatuf Anisa, merupakan warga Desa Tekenglagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk ungkap Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.

Saat menemukan korban sudah meninggal dunia dan jenazahnya langsung di bawak ker RSUD Pare untuk di lakukan autopsi,” ungkapnya.

Lalu penjelasan pada kejadian tersebut yang berawal dari aktivitas mahasiswa dari Unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM PALA) Universitas Nusantara PGRI di Kota Kediri Membuat acara dengan peserta 15 orang banyaknya.

Pada hari sabtu 14/4 siang hari mereka datang dan menginap di kebun, lokasinya di tepi Sungai Pait Desa/Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri itu. Lalu mereka arung jeram di Sungai Pait di Desa Mloyo, di Kecamatan Kandang, Kabupaten kediri, sebagai titik awalnya.

12 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ikut arung jeram, dan perahu diisi oleh 6 orang banyaknya. Lalu tiba-tiba di pertengahan jalan turunnya hujan deras.

Dia menjelaskan kalau para peserta arung jeram yang naik perahu pertama sempat terbalik di Desa Banaran, di dalam 500 meter untuk ke titik finish, tetapi bagi penumpang di perahu kedua semuanya selamat, juga di ketahui kalau ada tiga orang yang hayut terbawa deras air.

mahasiswa selamat atas bantuan oleh warga Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, dan dibawa langsung ke puskesmas terdekat, untuk mendapatkan perawatan. Lalu para warga juga membantu mencari tiga mahasiswa yang masih hanyut terbawa arus sungai yang deras tersebut.

Dalam waktu pencarian, dan akhirnya warga di bantu tim dari BPBD Kabupaten Kediri berhasil ditemukan tiga mashasiswa. Tetapi saat ditemukan mereka memerlukan perwatan lebih lanjut.

Warga Desa Banaran telah menyelamatkan sembilan orang mahasiswa, lalu dibawa ke puskesmas di Kecamatan Kandangan agar mendapatkan perawatan. Dan tiga peserta yang tiga telah hanyut tersebut juga telah dapat di temukan semua di tepi Sungai Pait. Dilokasi sekitar 2 kilometer dari titik finish, ungkapnya.

Lalu korban yang meninggal bernama Mufidatul Anisa langsung dibawa ke rumah sakit, dan dua korbannya bernama Jumrotun Munawaroj warga Desa/Kecamatan Kras, Kebupaten Kediri dan saat ini di rawat di puskesmas, sedangkan satu korban lainnya, Khusnul Sholiha warga Kabupaten Trenggalek dibawa ke RSUD Pare, Kabupaten Kediri.

Demikianlah berita dari Laskarjudi