Polisi Menangkap Seorang Ibu, Membuang Janin di Tong sampah – Tim PPA Polres Tangerang Selatan melakukan pengeledahan terhadap Yuninda yang berusia (21) yang hanya dapat terdiam. Sebab telah membunuh juga membuang bayi yang jenis kelamin laki-laki yang lahir prematur, dan diduga kalau Yuni lantaran malu juga panik karna melahirkan seorang anak tidak mempunyai seorang ayah.

Polisi Menangkap Seorang Ibu, Membuang Janin di Tong sampah

Pada saat yuni ditangkap, majikannya lah yang telah melaporkan kejadian bayi yang terluka di bagian leher, kata Kasat Reskrim Polres Tanggerang Selatan, AKP Alexander.

Sehabis dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah melahirkan bayi tersebut, ucap Alex di Maplres Tangsel, pada hari selasa 16/1.

Lalu Alex juga menjelaskan soal kejadian ini, yang telah menemui jasad bayi tersebut adalah pekerja warung makan sama tempat pelaku bekerja, di Senayan Utama, Blok Hj nomor 1A Pondok Aren, Tangerang Selatan, Hari Sabtu 13/1.

Polisi secara langsung menyelidiki. Dalam hasil pemeriksaan terhadap tersangka, dan pelaku juga telah mengakui bahwa pelaku melahirkan bayi tersebut pada hari Jumat 12/ pukul 12.00WIB. Pelaku juga mengaku kalau perutnya melilit pada saat itu. Lalu pelaku tesebut mengurut perutnya dengan memakai tangan dan minyak kayu putih, sampai akhirnya anaknya lahir.

Tetapi mala Yuni memilih membunuh dan membunagnya bayi tesebut yang telah di masukkannya dalam kantong plastik hitam. Lalu polisi juga ada mengamankan beberapa alat bukti merupakan plastik hitam, pisau, bak sampah, minyak kayu putih dan dua pasang baju yang digunakan pelaku waktu melahirkan.

Diketahui hasil dalam pemeriksaan, bahwa tersangka pergi ke restoran di Bintaro dan secara tiba-tiba sakit perut sampai melahirkan, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono.

Tesebut supaya bayi di perutnya dapat keluar atau di gugurkan, lalu bayi tersebut lahir, kata Argo.

Pelaku sudah di tangkap dan akan menjadi tersangka. Akan mendapatkan ancaman Pasal 80 ayat (3) dan (4) UU RI No.35 Tahun 2014, akibat pembunuhan UU RI No.23 Tahun 2002 dalam Perlindungan Anak dan Pasal 75 ayat (1) dan (2) UU No. 36 Tahun 2009 soal kesehatan yang akan mendapatkan ancaman hukuman 15 Tahun.

Demikianlah berita dari Laskajudi