Ternyata Gunung Kemukus Adalah Tempat Ritual Seks
Ternyata Gunung Kemukus Adalah Tempat Ritual Seks

Ternyata Gunung Kemukus adalah tempat ritual seks yang dilakukan oleh para peziarah yang ingin mencari “Jodoh”. Untuk mencari jodoh di gunung Kemukus tidaklah mudah caranya. Karena selain dibutuhkan keberanian untuk mengawali perkenalan para peziarah juga harus jeli dalam memilih pasangannya untuk melakukan ritual seks tersebut. Mengapa harus jeli??? Karena di dalam sana selain peziarah sejati juga terdapat para lelaki hidung belang dan wanita PSK.

Ternyata Gunung Kemukus Adalah Tempat Ritual Seks

“Kalau sudah dua atau tiga kali ke sini, baru bisa kita tahu mana peziarah asli dan mana wanita pelat kuning yang memang mangkal di Kemukus,” kata Suhandi, yang merupakan peziarah yang rajin ke Kemukus setelah usaha dagangnya hancur gara-gara diguna-gunai orang.

Kata kunci pembuka perkenalan di antara peziarah Gunung Kumukus adalah “Piyambak mawon, Mas?” atau “Piyambak mawon, Mbak?”.

Jika kalau yang ditanya piyambak mawon (sendiri saja), maka artinya perkenalan boleh dilanjutkan dengan bercakap-cakap santai di bawah pepohonan. Kalau keduanya laki laki dan perempuan, apalagi mempunyai niat yang sama, yaitu meminta berkah dari Pangeran Samudra, mereka bisa tidur bersama pada malam harinya.

Pada umumnya para peziarah selalu menghindar dari hubungan dengan wanita sewaan. Bukan karena takut mengeluarkan biaya yang besar namun jika dengan wanita sewaan kelanggengan hubungan sulit dipertahankan.

Dan tidak ada aturan jika berpasangan wanita sewaan dan apa akibatnya kedapan nantinya. Dan intinya tetap pada prinsipnya yaitu tidak berganti ganti pasangan selama tujuh kali berturut turut.

Nama Gunung Kemukus ini mendadak terkenal hingga ke seluruh dunia, setelah Patrick Abboud, seorang jurnalis asing dari program Dateline SBS Australia membuat sebuah kisah tentang ritual seks aneh di gunung tersebut. Dan sekarang lokasi itu terkenal dengan nama “Gunung Seks”.

Dilansir dari Dailymail.co.uk mereka yang melakukan ritual seks dimulai dari pria beristri, ibu ibu rumah tangga, pejabat, hingga pekerja seks komersial (PSK). Bahkan lokasi tersebut sering dijadikan tempat prostitusi dan kini begitu populer hingga menarik para wisatawan lokal.

Dan lebih kejamnya pemerintah setempat pada saat itu memungut uang kepada mereka yang memasuki daerah tersebut. Dan menurut Abboud pemerintah dan tokoh agama setempat terkesan membiarkan prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemukus.

Secara logika kegiatan ini bertolak belakang dengan ajaran agama dan juga rawan penyakit kelamin.

Demikian berita dari Laskar Judi